Kembali ke halaman Berita

Potensi Bisnis Sewa Mobil Listrik (EV) Seiring Popularitasnya yang Semakin Meningkat

Berita2022-09-20 15:56:52
Bagikan
Source : Wuling Indonesia

Mobil listrik kian populer di Indonesia saat ini, terlebih setelah pabrikan Wuling mengeluarkan Air ev, sebuah citycar dengan bandrol harga yang dapat dikatakan cukup "murah" untuk mobil bertenaga listrik. Lalu, bagaimana potensi bisnis sewa rental mobil listrik kedepannya? Baca terus artikel yang kami sajikan berikut ini.   

Berbicara mengenai popularitas mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia tentu saja tak lepas dari sejarahnya mobil ini masuk ke Tanah Air. Meskipun terkesan baru populer pada beberapa tahun ke belakang, mobil listrik sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2010, Toyota pernah memamerkan kendaraanlistrik milikinya di Indonesia, yakni FT-EV II yang memiliki teknologi berpenggerak baterai dan motor listrik. 

Hype mobil listrik di Indonesia pun sempat memuncak sekitar tahun 2012, ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, Dahlan Iskan, menginisiasi beberapa proyek mobil listrik nasional. Bahkan sempat menghasilkan beberapa prototype mobil listrik seperti Tucuxi dan Selo, namun sayangnya saat ini sudah tak terdengar lagi kabarnya. Setelahnya, mobil listrik kembali menyita perhatian saat salah satu perusahaan taksi terbesar di Indonesia, secara resmi menggunakan mobil listrik. Terdapat dua model mobil listrik yang digunakan, yakni MPV BYD e6 sebagai taksi reguler dengan jumlah 25 unit dan SUV Tesla Model X The 75D sebagai taksi eksekutif dengan jumlah 5 unit sebagai tahap awal. 

Dukungan pemerintah akan mobil listrik di Indonesia pun cukup besar dan tak tanggung-tanggung. Sudah ada aturan mengenai mobil listrik yang diatur dalam Perpres No. 55 Tahun 2019 mengenai Percepatan Program kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Selain itu, aturan mengenai cara kerja mobil listrik juga sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) terkait PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang berlandaskan UU PPN dan PPnBM dan PP Sebelumnya. 

Cara Kerja Mobil Listrik atau EV

Mobil listrik memiliki keunggulan ramah lingkungan dan performa yang tak kalah hebatnya dengan mobil pada umumnya. Secara umum, cara kerjanya tergolong praktis dan mudah. Energi yang berasal dari baterai akan dialirkan agar roda mobil bergerak. Setidaknya ada empat tahapan cara kerja mobil listrik, seperti berikut ini:

  • Saat pedal gas ditekan, controller akan mengatur daya listrik dari baterai traksi dan inverter.

  • Lalu inverter akan mengalirkan energi listrik sesuai dengan tekanan pedas gas.

  • Traksi listrik akan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk menggerakkan roda.

  • Putaran dari motor akan menggerakkan transmisi yang membuat roda berputar sehingga mobil bergerak.

Jenis-Jenis Mobil Listrik

Setidaknya ada empat jenis mobil listrik yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap jenisnya memiliki sistem kerja yang berbeda-beda. Berikut ini jenis-jenis dari mobil listrik. 

1. Battery Electric Vehicle (BEV)

Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan jenis mobil listrik yang sepenuhnya menggunakan listrik sebagai sumber utama penggeraknya. Cara kerjanya dengan memanfaatkan energi yang tersimpan dalam baterai. Baterai bisa diisi ulang dengan menyambungkan jaringan listrik eksternal. Keunggulannya, mobil ini mampu menyimpan tenaga ketika kecepatan mobil lambat atau mengerem karena komponen berfungsi sebagai generator yang menghasilkan tenaga dan menyimpan listrik pada baterai. Jika dibandingkan dengan hybrid, mobil ini lebih irit meskipun baterainya tergolong mahal.

Beberapa mobil listrik yang memiliki cara kerja BEV adalah Tesla Model 3, Hyundai Ioniq, BMW i3, Kia Soul, Chevy Bolt, dan Volkswagen e-Golf. 

2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau dikenal dengan sebutan standard hybrid atau paralel hybrid adalah jenis mobil listrik yang bisa mengandalkan listrik pada baterai atau menggunakan listrik dan tenaga bahan bakar secara bersamaan. 

Kekurangan jenis ini adalah baterai mobil tidak bisa diisi ulang secara eksternal karena tidak tersedia charging port. Dimana listrik hanya akan diisi oleh konversi energi listrik pada putaran mesin, gerakan roda, atau kombinasi keduanya. Beberapa contoh merek mobil listrik dengan cara kerja HEV adalah Honda Civic Hybrid, Toyota Prius Hybrid, dan Toyota Camry Hybrid. 

3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

Jenis mobil listrik satu ini sebenarnya memiliki cara kerja yang hampir sama dengan jenis HEV. Plug-in Hybrid Electric Vehicle mengandalkan dua sumber penggerak menuju roda, yakni mesin konvensional dan motor listrik. Namun, pada jenis PHEV penggerak roda bisa dipilih menggunakan All-electric mode saja (mobil hanya digerakkan menggunakan motor listrik dan baterai) atau Hybrid mode (listrik dan bensin digunakan secara bersamaan). 

Beberapa mobil listrik yang memiliki cara kerja PHEV adalah Porsche Cayenne S E-Hybrid, Chevy Volt, Mercedes Benz C350e, dan Mitsubishi Outlander PHEV. 

4. Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Fuel Cell Electric Vehicle merupakan kendaraan zero emission yang mengandalkan fuel cell untuk menghasilkan listrik. Cara kerja jenis mobil listrik ini tak jauh berbeda dengan BEV. Hanya saja FCEV memiliki kelebihan waktu charging yang relatif lebih cepat. 

Sayangnya tak banyak merek mobil listrik dengan cara kerja FCEV ini. Beberapa jenis mobil listrik yang menggunakan sistem ini adalah Toyota Mirai, Hyundai Tucson FCEV, Riversimple Rasa, dan Hyundai Nexo. 

Daftar Harga Mobil Listrik di Indonesia

Mobil listrik adalah kendaraan masa depan yang akan tren dan menjadi umum suatu saat nanti. Hal ini tak lepas dari kelebihan yang ditawarkan. Salah satunya adalah mobil ramah lingkungan mengingat bahan bakar mobil listrik bukan dari fosil, maka tak ada polusi pada mobil listrik. 

Jenis kendaraan ini juga memiliki kelebihan tidak bising atau berisik. Berbeda dengan mobil bahan bakar minyak pada umumnya karena adanya proses pembakaran di dalam mesin, mobil listrik jauh lebih nyaman saat dikemudikan. Dan keunggulan yang tak kalah penting dari mobil listrik adalah soal perawatannya yang lebih praktis. Pemilik tak perlu sering-sering melakukan perawatan ke bengkel. Hanya ada beberapa komponen yang sebaiknya diperiksa secara rutin, seperti filter AC, coolant, pendingin baterai dan kampas rem. 

Dengan banyaknya kelebihan, banyak pabrikan besar mulai menawarkan mobil listrik, sebut saja seperti Hyundai, DFSK, Wuling, Lexus, Renault, dan Nissan. Untuk Hyundai, pabrikan asal Korea Selatan ini menawarkan Kona EV, Ioniq EV, dan Ioniq 5. Sementara Wuling menawarkan Wuling Air EV yang hadir dengan interior lebih modern yang dilengkapi dengan fitur unggulan seperti dashboard futuristik, speedometer digital, dan kabin nyaman. 

Berikut ini daftar harga mobil listrik yang dijual di Indonesia.

Mobil mungil

  • K-EVCBU K Upgrade Rp 75.000.000

  • Wuling Air EV Standard Range Rp 250.000.000 (estimasi)

  • Wuling Air EV Long Range Rp 300.000.000 (estimasi)

DFSK dan Renault

  • DFSK Gelora E Blind Van Rp 484.000.000

  • DFSK Gelora E Mini Bus Rp 582.100.000

  • Renault Twizy Rp 408.000.000

  • Renault Twizy Performance Rp 595.000.000

Mobil penumpang

  • Nissan LEAF One Tone Rp 728.000.000

  • Nissan LEAF Two Tone Rp 730.000.000

  • Hyundai Ioniq Prime Rp 682.000.000

  • Hyundai Ioniq Signature Rp 723.000.000

  • Hyundai Kona Signature Rp 742.000.000

  • Hyundai Ioniq 5 Prime Standard Range Rp 718.000.000

  • Hyundai Ioniq 5 Prime Long Range Rp 759.000.000

  • Hyundai Ioniq 5 Signature Standard Range Rp 779.000.000

  • Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range Rp 829.000.000

Mobil premium

  • Lexus UX300e Rp 1.431.000.000

  • MINI Electric Rp 945.000.000 (off the road)

  • MINI Electric Collection Rp 955.000.000 (off the road)

  • Tesla Model S Rp 4.000.000.000

  • Tesla Model 3 Rp 1.500.000.000

  • Tesla Model X Rp 3.000.000.000

  • Tesla Model Y Rp 2.000.000.000

Potensi Bisnis Sewa Mobil Listrik di Indonesia

Harus diakui jika harga mobil listrik di Indonesia masih dapat dikatakan tergolong mahal. Meskipun saat ini Wuling baru meluncurkan mobil listrik murah berkisar Rp 250 juta sampai Rp 300 jutaan, masih banyak mobil listrik yang dijual di atas harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. 

Tak hanya harga mobil listrik yang masih mahal, biaya kepemilikan atau total cost ownership (TCO) mobil listrik pun tergolong tinggi. Coba saja bandingkan dengan mobil teknologi lainnya, seperti mobil bensin, diesel, dan hybrid. Mobil listrik terbilang paling tinggi. Untuk mobil penumpang bensin, harga per kilometer untuk total cost adalah Rp 2.941, disusul dengan diesel Rp 2.852 per kilometer, lalu hybrid Rp 4.45 per km, dan terakhir BEV dengan total cost Rp 5.301 per km. 

Meskipun memiliki harga jual yang tergolong mahal, peminat mobil listrik di Indonesia terus bertambah. Hal ini dikarenakan mobil listrik digadang-gadang menjadi mobil masa depan karena lebih ramah lingkungan. 

Lantas bagaimana dengan potensi bisnis rental mobil listrik di Tanah Air? Hingga saat ini memang tak banyak layanan jasa sewa mobil yang menyediakan armada mobil listrik. Salah satu penyedia layanan sewa mobil listrik adalah PT Toyota Astra Motor yang menyediakan armada mobil listrik sebagai sarana akomodasi wisatawan di Nusa Dua Bali sebagai proyek EV Smart Mobility. 

Sebanyak 30 mobil listrik Toyota dari berbagai model disediakan untuk bisa disewa oleh wisatawan, antara lain 20 unit Toyota COMS, 5 unit Toyota C+Pod, dan 5 unit Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle. Wisatawan bisa sewa mobil listrik ini menggunakan aplikasi TRAC to Go yang mana setiap variannya memiliki fungsi masing-masing. Seperti mobil listrik Toyota COMS dan C+Pod dapat digunakan oleh masyarakat dan  turis dalam kawasan The Nusa Dua Bali, sedangkan Toyota Prius PHEV digunakan sebagai layanan airport transfer dari dan ke kawasan Bandara Ngurah Rai. 

Harga sewa mobil listrik Toyota COMS adalah Rp 55.000 per jam dan Toyota C+Pod Rp 88.000 yang tersedia hingga 4 jam. Sedangkan harga sewa mobil listrik Toyota Prius PHEV adalah Rp 985.000 untuk 12 jam dengan supir dan Rp 550.000 untuk 24 jam tanpa supir. 

Salah satu perusahaan penyewaan mobil terbesar di Indonesia yakni MPM Rent tak menutup kemungkinan akan penyediaan mobil listrik sebagai armadanya. Terlebih lagi saat regulasi dan suplai mobil listrik, infrastruktur seperti charging station, battery swap facility yang sudah semakin banyak, MPM Rent dengan antusias akan berpartisipasi dalam menyediakan mobil listrik sesuai dengan kebutuhan transportasi korporat. 

WhatsApp Business